Showing posts with label Oposisi Suriah. Show all posts
Showing posts with label Oposisi Suriah. Show all posts

Friday, 21 June 2013

Oposisi Suriah Takkan Perangi Israel


Foto : Pasukan oposisi Suriah (IST)
  Foto : Pasukan oposisi Suriah (IST)


QUNEITRA - Sekelompok pasukan oposisi Suriah yang bermarkas di Golan menegaskan, mereka tidak akan menyerang pasukan Israel bila Negeri Yahudi itu mengirim pasukan ke Suriah. Hal itu disebabkan karena target serangan mereka adalah pasukan Presiden Bashar al-Assad.

"Kami akan berperang melawan Hizbullah dan pasukan-pasukan Bashar al-Assad. Kami takkan memerangi Israel," ujar salah seorang pejabat oposisi di Quneitra Abu Jafar, seperti dikutip  Times of Israel, Jumat (21/6/2013).

Untuk saat ini, kehadiran Hizbullah di Suriah juga dinyatakan terus meningkat. Mereka berperang di sisi Assad untuk menghadang pasukan oposisi merebut kota-kota penting di Suriah. Mereka juga mengancam akan membuka fron pasukan baru untuk menghadapi Israel di Dataran Tinggi Golan.

Situasi di Golan juga dinilai makin rawan, pagi ini peluru mortar pasukan Suriah masuk ke wilayah Golan yang dihuni oleh pasukan Israel. Tidak ada korban luka atas serangan itu, namun peristiwa itu cukup menegangkan.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon juga bersumpah, akan merespons dampak dari perang saudara Suriah yang menyebar ke Israel. Selama ini, pasukan Israel sudah pernah melepaskan tembakan ke pasukan Suriah yang berada di wilayah perbatasan sebagai bentuk peringatan.

Ketegangan konflik Suriah memang selalu menimbulkan dampak tersendiri bagi Israel. Damaskus pun sesumbar mengatakan, mereka bisa merespons serangan balasan Israel ke wilayahnya.
http://international.okezone.com

Saturday, 18 May 2013

Oposisi Suriah Akan Tunjuk Presiden Baru


Oposisi Suriah (Foto: Reuters)
  Oposisi Suriah (Foto: Reuters)


DAMASKUS - Pihak oposisi Suriah dikabarkan akan menunjuk presiden baru di Istanbul, Turki. Rencananya, penunjukkan itu dilakukan dalam sebuah pertemuan dari petinggi-petinggi oposisi yang melawan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Koalisi oposisi Suriah ini pun berharap bisa meningkatkan jumlah anggotanya, terutama dengan menambah kelompok yang berperang di dalam Suriah. Pertemuan di Istanbul ini nantinya juga akan merumuskan pemerintahan yang nantinya mewakili seluruh rakyat Suriah.

Saat ini koalisi oposisi Suriah memiliki 62 anggota kelompok. Tiga tokoh oposisi seperti George Sabra, Burhan Ghalioun dan Louay Safi dianggap paling memiliki peluang untuk terpilih sebagai presiden dari pihak koalisi. Demikian diberitakan Associated Press, Sabtu (18/5/2013).

Selain memilih presiden yang baru, pertemuan ini juga akan membahas nasib dari Perdana Menteri Suriah sementara Ghassam Hitto. Sudah lama diketahui, Hitto tidak diinginkan oleh beberapa negara yang membantu Suriah, seperti Arab Saudi.

Hitto akan memperkenalkan secara resmi nama-nama di kabinetnya. Namun untuk menteri dalam negeri dan menteri pertahanan masih belum ditentukan oleh Dewan Militer Tertinggi (SMC), sesuai dengan perjanjiannya dengan pihak oposisi.

Namun SMC menginginkan pihaknya menguasai sekira 50 persen kursi di koalisi. Kondisi ini menyulitkan negosiasi di antara anggota koalisi yang tidak ingin menyerahkan kekuasaan pada militer.

Pertemuan di Istanbul ini dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang melakukan pertemuan di Moskow, 7 Mei lalu. Pertemuan keduanya ditujukan untuk membahas perdamaian di Suriah.
http://international.okezone.com