Showing posts with label Kelompok Hizbullah. Show all posts
Showing posts with label Kelompok Hizbullah. Show all posts

Friday, 31 May 2013

Kelompok Hizbullah Pimpin Serangan ke Oposisi Suriah


Pasukan Hizbullah (Foto: NY Times) Pasukan Hizbullah (Foto: NY Times)

DAMASKUS - Kelompok Hizbullah dituduh telah memimpin penyerbuan terhadap kelompok oposisi Suriah. Serangan itu dilakukan di Kota Qusair pada Rabu 29 Mei.

Keterlibatan Hizbullah ini mengundang kecaman dari Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan protes menuntut Hizbullah menarik diri dari Suriah.

"Ini sangat tidak bisa diterima dan bisa menimbulkan ekskalasi berbahaya. Kami menuntut Hizbullah untuk menarik pasukannya dari Suriah secepatnya," ujar juru bicara Kemlu AS Jen Psaki, seperti dikutip Associated Press, Kamis (30/5/2013).

Sementara pihak militer Suriah mengatakan, pihaknya saat ini mengendalikan pangkalan udara militer Dabaa yang berada di utara Qusair. Hal ini memungkinkan pasukan Assad untuk mengendalikan seluruh jalan raya yang ada di Qusair.

Keberhasilan dari pihak pasukan Presiden Bashar Al-Assad tersebut sudah tentu menjadi pukulan telak bagi pihak oposisi, yang ingin melengserkan Assad dari kekuasaan.

"Operasi yang kami lakukan berhasil menguasai bandara. Ada banyak korban tewas dalam operasi ini, sementara beberapa pasukan oposisi berhasil ditangkap dan sebagian dari mereka menyerahkan diri. Militer (Suriah) saat ini menguasai Kota Dabaa," jelas pihak militer Suriah.

Menguasai Kota Qusair sangatlah penting bagi pihak oposisi. Kota ini dianggap sebagai pusat pengiriman logistik persenjataan dan bila mereka menguasai kota ini, maka logistik bagi pasukan Assad bisa terganggu.

Sejak terjadi Maret 2011 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekira 70 ribu orang tewas dalam konflik ini. PBB menilai pertempuran yang terjadi di Suriah saat ini terus berlangsung di luar kendali. Pasukan pemerintah diduga melakukan serangan tak terarah dan menyebabkan warga sipil menjadi korban.
http://international.okezone.com