Kamis, 22 Agustus 2013

Ledakan Keras Terjadi Lagi di Mangga Besar, Warga Panik

Lokasi ledakan di Jalan Mangga Besar (Foto: Dony A/Okezone)
Lokasi ledakan di Jalan Mangga Besar (Foto: Dony A/Okezone)
JAKARTA - Ledakan keras kembali terjadi di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, pada pukul 00.20 WIB dini hari. Akibat ledakan kedua tersebut, arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk menuju Mangga Besar terpantau padat.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, ledakan terjadi di titik pertama tepatnya di depan Hotel Astika. Permukaan aspal ajalan yang semula telah terbongkar akibat ledakan pertama kini tampak semakin terbuka.

Ledakan kedua kalinya itu mengagetkan warga yang beberapa saat lalu baru meninggalkan lokasi. Mereka panik karena suara ledakan terdengar hingga puluhan meter.

Warga pun kembali beramai-ramai mendatangi lokasi yang semula telah sepi. Bahkan sejumlah pengendara berhenti dan memarkirkan kendaraannya di tepi jalan untuk menyaksikan asal ledakan.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah petugas polisi berpakaian preman tampak berjaga di lokasi. Garis polisi yang membentang di enam titik ledakan pertama di jalan tersebut juga masih terpasang.
Sumber : http://jakarta.okezone.com

Menko Polhukam: Belum Ada Opsi Evakuasi WNI di Mesir

Mesir yang kembali dilanda protes (Foto: AP)
  Mesir yang kembali dilanda protes

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, belum ada opsi evakuasi WNI di Mesir. Tetapi menurutnya, persiapan untuk evakuasi terus dilakukan.

"Pemerintah sejak beberapa minggu dan bulan lalu mengikuti perkembangan di Mesir. Presiden juga selalu menyampaikan hal itu. Saya juga selalu berhubungan dengan dubes di Kairo," ujar Djoko, di Jakarta (21/8/2013).

"Perkembangan day by day selalu dilaporkan baik telpon, sms. Sampai tadi malam dan tadi pagi, hasil komunikasi  dengan dubes, kondisi relatif kondusif, toko dan pasar sudah berjalan tidak ada aktivitas seperti minggu-minggu lalu. Jadi dipantau perkembangannya seperti itu,"lanjutnya.

Akan tapi, Djoko menegaskan seluruh pihak untuk tetap harus waspada terhadap dinamika yang berkembang di Mesir. Karena bisa saja berubah setiap saat.

Hingga kini menurut Djoko, jumlah WNI di Mesir mencapai 5.026 orang. Data tersebut diperoleh dari pihak kedubes dan mereka melakukan pelaporan melalui kedutaan. Sekira hampir 90 persen WNI berada di Kairo.

Namun menurut laporan Dubes RI di Mesir, kondisi WNI saat ini aman dan tidak berada di lokasi tempat kerusuhan demo dan pihak kedutaan selalu berhubungan dengan mereka. Menurut mantan Panglima TNI itu, saat dibentuk satgas untuk membantu dan mengelola kepentingan WNI di Mesir.

Tetapi untuk saat ini, belum ada rencana untuk melakukan evakuasi dari WNi di Mesir. "Sampai sekarang belum ada opsi untuk evakuasi. Tapi tidak ada salahnya persiapan itu dilakukan," ucapnya.

Pihak Kedubes RI di Mesir saat ini masih melakukan pendataan terhadap WNI. Menurut Djoko, apabila memang keadaan mendesak harus dievakuasi, maka evakuasi akan dilakukan dengan langkah tepat.
Sumber : http://international.okezone.com

Ledakan Kabel Listrik di Mangga Besar, Polisi Periksa 4 Saksi

Lokasi ledakan di Jalan Mangga Besar (Foto: Dony A/Okezone)
Lokasi ledakan di Jalan Mangga Besar (Foto: Dony A/Okezone)
JAKARTA - Polisi memeriksa empat saksi terkait ledakan kabel listrik di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat. Mereka dimintai keterangan karena mengetahui ledakan pertama yang mengakibatkan empat orang terluka.

"Baru empat orang saksi yang diminta perihal dimintai keterangan, dia yang mengetahui ledakan itu pertama kali," kata Kapolsek Tamansari, Kompol Adi Vivid, ditemui di lokasi, Kamis (22/8/2013).

Ia menambahkan, saat ini empat korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada. Empat orang di antaranya anggota DPRD Kota Bengkulu mengalami luka bakar serius.

"Korban ada empat, tiga orang luka ringan, dan satu orang lainnya bernama Haidar Saito, mengalami luka bakar cukup serius, dia anggota DPRD Bengkulu," jelasnya.
Sumber : http://jakarta.okezone.com

Kamis, 08 Agustus 2013

Patrialis Akbar Jadi Hakim Konstitusi, Eks Ketua MK: Bau-baunya Melanggar



Jakarta - Penunjukkan mantan Menkum HAM Patrialis Akbar menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Presiden SBY, dipertanyakan banyak pihak. Eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie menilai, penunjukan tersebut sedikit menyalahi prosedur.

"Bagaimana kasus yang sekarang, yah bau-baunya melanggar. Karena tidak transparan dan tidak partisipatif," kata Jimly di Istana Negara, Jl Veteran, Kamis (8/8/2013).

Mantan Ketua MK sebelum era Mahfud MD ini menganggap penunjukkan patrialis sedikit mengurangi prosedur. Untuk itu dia memintah pemerintah melakukan evaluasi terhadap penunjukkan hakim MK.

"Tetapi tidak ada sanksinya karena itu kewenangan pemerintah. Karena 3 hakim dari Mahkamah Agung, 3 hakim dari presiden dan 3 dari DPR. Bagaimana caranya? terserah masing-masing," ujarnya.

Jimly mengaku iba dengan Patrialis. Alasannya karena Patrialis ditunjuk dengan menyalahi sedikit prosedur, akibatnya imej buruk melekat di dirinya.

"Cuma yang kasihan pejabat yang dipilih, dia mengalami delegitimasi karena dipersoalkan orang hanya karena prosedur formal tidak terpenuhi," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Polisi Tembak Mati Warga di Jalan Raya



WAMENA- Seorang anggota polisi Polres Jayawijaya menembak warga sipil yang diduga sedang mengalami stres. Bripka Lusman, menembak Irwan Wenda dari jarak dekat. Pemuda berusia 20 tahun itu pun langsung tewas.

Menurut seorang saksi mata, Pilo, kejadian bermula, saat Irwan melakukan pemblokiran terhadap kendaraan yang lewat di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Yos Sudarso, Wamena, Papua. Diduga stres, Irwan melempari dan memukul pengguna jalan. Melihat kejadian itu, Bripka Lusman langsung menegur Irwan.

Teguran Lusman tidak diindahkan Irwan. Hal itu, membuat Lusman marah dan langsung mengeluarkan senjata. Senjata laras panjang itu langsung diarahkan ke Irwan. Dor! Irwan pun tewas.

“Dia tidak memberikan tembakan peringatan. Peluru mengenai bagian kepala, dada bagian kiri atas. Korban langsung tewas,” kata Pilo, Kamis (8/8/2013).

Korban kemudian langsung dibawa ke RS Wamena. Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi Rumah Sakit.
Sementara itu, Kapolres Jayawijaya yang coba dihubungi belum bersedia memberikan komentar. Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

Sumber : okezone.com

Akhir pekan ini puncak arus balik



Akhir pekan ini puncak arus balik
Petugas Dishub hitung kendaraan arus mudik. ©2013 Merdeka.com


Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus balik mudik akan terjadi pada hari Minggu (11/8). Sebab, awal pekan depan masyarakat sudah banyak yang mulai kembali bekerja.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono meminta Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi pemudik saat arus balik.

"Kemungkinan arus puncak itu hari minggu. Jadi kita tetap minta teman-teman di lapangan untuk memfasilitasi arus balik," ujar dia yang ditemui di open house Hatta Rajasa, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (8/8).

Seluruh pemudik yang akan kembali ke Ibu Kota diminta agar berhati-hati. Terlebih, pada saat arus balik, truk-truk besar sudah beroperasi kembali. "Kita akan waspadai, hati-hati traffic hari Minggu truk-truk sudah boleh beroperasi," kata dia.

Bambang juga meminta pemudik berhati-hati melewati jalur pantura pada saat arus balik. Karena biasanya, pada H+3 dan H+4 setelah lebaran, jalur pantura banyak tempat wisata yang biasanya dijadikan tempat berlibur para pemudik.

"Di jalur Pantura banyak tempat wisata, H+3 dan H+4 biasanya orang berwisata, jadi kita waspadai," tegas dia.

Untuk kendaraan besar seperti truk yang mengangkut secara overload yang melewati jalur Pantura akan diperiksa. Alasannya, truk yang kelebihan beban membuat jalur Pantura mudah rusak.

"Truk tetap ada pemeriksaan, walaupun pemeriksaan tidak seketat itu, karena jembatan timbang jadi tempat beristirahat," tegasnya.

Sumber : http://www.merdeka.com

Ini 8 lokasi banjir Jakarta saat Lebaran


Ini 8 lokasi banjir Jakarta saat Lebaran
banjir. Merdeka.com


Sebagian warga Jakarta tidak bisa merayakan Lebaran karena banjir yang melanda wilayahnya. Banjir itu akibat luapan sejumlah kali yang mengaliri air dari Bogor dan sekitarnya, yang sejak semalam diguyur hujan deras.

Berikut lokasi banjir di Jakarta berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI per pukul 16.00 WIB, Kamis (8/8):

1. Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur

Ketinggian air: 30 - 300 cm, terdampak; 8 RW, 63 RT, 3.776 KK, 10.774 Jiwa. Jumlah Pengungsi; 136 jiwa, Posko di-Masjid At Tawabin.

2. Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur

Ketinggian air ; 40 - 150 cm, terdampak : 6 RW, 26 RT, 856 KK, 2.482 Jiwa. Pengungsi; NIHIL.

3. Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan

Ketinggian Air; 30-200 cm, terdampak ; RT 17, 19/ RW03, 30 KK, sudah mulai ada pengungsian. Posko pengungsi di Aula Sasana Krida.

4. Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan

Jl Kampung Baru, Pondok Pinang center Blok C. Ketinggian air; 20250 cm, terdampak; RT 03, Rt.04/RW 08, 65 KK, 222 jiwa sudah mulai ada pengungsian. Posko Pengungsi di SD 05

5. Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan

Ketinggian air ; 30-100 cm, RT 09/RW 03.

6. Jl Lembah Cireunde, Lebak Bulus

Ketinggian air ; 30 - 60 cm

7. IKPN Bintaro

Ketinggian Air ; 30 100 cm

8. Pos Pengumben

Ketinggian air : 30 cm

Sumber : http://www.merdeka.com

Belum ada laporan kerusakan dan korban gempa Pacitan 5,5 SR


Belum ada laporan kerusakan dan korban gempa Pacitan 5,5 SR
gempa. ©2012 Merdeka.com


Gempa 5,5 SR yang melanda Pacitan, Jawa Timur, pada pukul 17.45 WIB tadi dirasakan cukup keras. Merasakan gempa selama lima detik, warga di Pacitan, Wonogiri, Ponorogo dan Gunung Kidul, berhamburan ke luar rumah.

"Gempa dirasakan sedang di Yogyakarta. Gempa juga dirasakan di Solo dan Boyolali. Masyarakat tetap tenang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat siaran pers, Kamis (8/8).

Hingga berita ini diturunkan, kata Sutopo, belum ada laporan soal kerusakan rumah dan bangunan, begitu juga soal korban, yang masuk ke pihaknya.

Seperti diberitakan, telah terjadi gempa 5,5 SR pada pukul 17.45 WIB, Kamis (8/8). Pusat gempa berada pada koordinat 8.89 LS,1 10.87 BT (93 km BaratDaya PACITAN-JATIM; 105 km Tenggara GUNUNGKIDUL-DIY; 108 km BaratDaya WONOGIRI-JATENG; 143 km Tenggara YOGYAKARTA-DIY).

Sumber : http://www.merdeka.com

Alasan Indonesia Bisa Jadi "Surga Investasi"


Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone)


JAKARTA - Indonesia merupakan tujuan menarik untuk penanaman investasi karena memiliki pangsa pasar yang besar, stabilitas, upah buruh yang relatif kecil dan ketersediaan bahan baku pendukung.

Sebagian besar investor yang menanamkan modal, hanya memanfaatkan faktor upah buruh yang rendah, ketersediaan bahan baku dan hanya menjadikan Indonesia lokasi aktivitas padat karya, sementara seluruh keputusan strategis tetap dijalankan prinsipal seperti kondisi yang terjadi di Meksiko dan China.

Di Meksiko misalnya, dikenal sebuah model bisnis Maquiladora dimana seluruh aset yang digunakan dalam aktivitas manufaktur merupakan milik principal yang sebagian besarnya merupakan investor Amerika Serikat (AS) yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendirikan pusat manufaktur produk mereka, terutama di kawasan perdagangan bebas.

Namun mengutip tulisan Darussalam dalam Bukunya Tranfer Pricing, model bisnis yang berkembang di Indonesia saat ini tidak terbatas pada skema kontrak atau consignment manufacturing saja, tapi pada perkembangannya sudah banyak model bisnis padat modal yang tidak semata-mata mengandalkan upah buruh Indonesia seperti dalam industri consumer goods, kosmetik, otomotif dan komponen.

Darussalam mengatakan, dalam industri tersebut, banyak skema joint venture yang melibatkan perusahaan di Indonesia dalam pengambilan keputusan bisnis seperti keputusan investasi, penentuan target pasar, belanja modal, pendanaan dan sebagainya.

Dengan adanya joint venture tersebut, dia mengatakan Indonesia mendapatkan peran yang lebih strategis dan tidak semata-mata bergantung pada keputusan prinsipal.

Indonesia juga dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas utama di dunia, dimana saat ini ekspor non migas utama Indonesia masih banyak memiliki kaitan dengan barang-barang komoditas seperti bahan tambang, besi, tembaga dan karet ataupun barang olahan komoditas yang masih setengah jadi seperti lemak dan minyak nabati dari kelapa sawit.

Dia menambahkan, dalam posisi Indonesia sebagai penghasil komoditas, skema yang banyak terjadi adalah penjualan secara tidak langsung melalui perantara asing yang pada akhirnya menjual komoditi tersebut kepada konsumer akhir. Hal ini memicu spekulasi mengenai tujuan dan motif skema tersebut.

Menurutnya, selama substansi dari transaksi tersebut sesuai dengan fungsi dan resiko yang terdapat dalam kontrak atau perjanjian, skema tersebut dapat dianggap murni sebagai keputusan bisnis tanpa ada motif penghindaran pajak dan sebagainya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dengan jumlah keempat terbesar di dunia maka potensi pasar yang dimiliki juga besar.

Potensi tersebut, lanjut Darussalam, mendorong adanya investasi melalui pendidrian kantor cabang dan anak perusahaan yang berfungsi dalam pendistribusian barang. Dengan demikian, hampir setiap kategori perusahaan dapat beroperasi di Indonesia.

Sumber : okezone.com